Kali ini gue akan menuliskan cerita mengenai bokap gue sendiri, biasanya gue manggil beliau dengan sebutan "Ayah".. Tulisan ini terinspirasi karena barusan ngedenger lagu nya opick feat adiba yang berkaitan dengan Ayah. Kebanyakan orang mungkin dalam hal ini gue sendiri terkadang lupa peran Ayah. Gue sendiri deket banget sama beliau dari gue kecil2 lucu sampe udh gede dan tetep lucu haha
Ayah selalu ngingetin gue untuk gak terlalu berharap pada kebaikan dari orang lain. Kayak waktu itu beliau nasehatin gue pas gue baru lulus dari SMA, "Teh di luar sana gak semua orang baik, gak semua orang bisa ngertiin Viky dan kalo suatu hari ketemu dengan orang yang bikin demotivasi harus tetep kuat."
Ayah juga selalu bisa ngeyakinin gue untuk bisa ngelewatin semua hal. Pas gue SMA jujur aja pas awal2 gue bener2 belum terbiasa karena baru kali itu pisah sama keluarga, dan ayah bilang, "Teh di antara anak2 ayah yang lain ayah selalu sangat bangga sama teteh dan ayah yakin teteh pasti bisa tahan dan berprestasi di sini."
Selain itu ayah gue terkenal dengan kejayusannya, salah satu nya yang gue dan adek2 gue hafal adalah kata2 beliau "lucu kayak laci" yang sbenernya sampe sekarang kita bahkan gak ngerti apa maksudnya. Beliau selalu bisa bikin istri dan anak2nya ketawa mulai dari kejayusannya hingga tingkah laku beliau
Ayah selalu jadi orang yang setia nungguin anak2nya di depan rumah semalem apapun anaknya pulang..
I LOVE YOU DADDY :*
Wednesday, 7 August 2013
Saturday, 9 March 2013
The Interaction between IS and Business Unit in Setting IS Standard
Dengan tantangan dari
pasar perusahaan dengan banyak unit usaha telah menunjukkan suatu fokus pada
keutamaan dari unit usaha dalam pelayanan sistem informasi. Organisasi mengatur
proses organisasinya dengan memahami kebutuhan dan pengetahuan yang
mengendalikan penetapan standar dalam organisasi dan mengembangkan peran dan
metode pengawasan untuk menselaraskannya. Secara jelas, suatu proses
standarisasi kontrol IT melengkapi sentralisasi, struktur fungsional; sebuah
proses kontrol unit bisnis melengkapi suatu struktur desentralisasi yang lebih.
Namun beberapa pendapat bahwa suatu proses kontrol IT bekerja dengan baik
terhadap desentralisasi, organisasi organik karena membawa kontrol pada
fleksible yang tinggi, adaptasi yang tinggi, dan bentuk struktur inovatif.
Pilihan model proses standarisasi harus dilakukan dalam konteks tujuan, budaya,
kebutuhan bisnis, dan keahlian teknologi.
Five Key Benefits of Knowledge Management in Customer Service
Peningkatan efisiensi
dan efektivitas layanan pelanggan, perusahaan terkemuka telah berpaling kepada knowledge management. Lima manfaat yang
dilakukan oleh knowledge management dalam
melakukan perbaikan–pelayanan pelanggan, yakni mengurangi waktu penelitian,
peningkatan akurasi resolusi, mengurangi waktu pelatihan, meningkatkan volume
layanan, dan penciptaan layanan dari wawasan. Perusahaan yang menghasilkan
produk yang lebih kompleks dan perusahaan dengan portofolio produk yang lebih
luas, kecepatan dan keefesienan dalam menangani konsumen benar-benar menjadi
issue yang berpengaruh. Apakah fokusnya adalah pada
pengurangan biaya atau meningkatkan pengalaman
pelanggan, tidak pernah ada waktu yang lebih baik untuk menyelidiki manfaat dan peningkatan produktivitas platform
kecuali manajemen pengetahuan lengkap yang komprehensif.
A Decision Support System for Wool Clasification
Kesuksesan dari
penilaian wol telah memberikan akses para pembeli terhadap wol dengan kualitas
yang dibutuhkan dan juga harga yang wajar bagi para petani untuk wol mereka.
Klasifikasi saat ini dilakukan secara manual pada peserta lelang. Hal tersebut
memakan waktu dan tugas yang membosankan untuk dilakukan manusia. Dengan
kekurangan ahli di bidang tekstil, ada suatu kenaikan risiko dari pengetahuan
menjadi langka; maka otomatisasi dari proses pembuatan keputusan sangat penting
yakni dengan DSS. Keputusan
cenderung lebih seragam dan kualitas lebih baik ketika adanya DSS. Suatu DSS
baik dalam mengatur permasalahan tak terstruktur. Walaupun suatu DSS mendukung
seluruh aspek dan fase dari pembuatan keputusan, tidak menggantikan pembuat
keputusan. Manusia masih memiliki keputusan akhir.
Project Preparedness and the Emergence of Implementation Problems in ERP Process
Permasalahan
yang dihadapi organisasi dalam melaksanakan proyek ERP di seluruh perusahaan
terkait dengan tingkat pemahaman mereka tentang apa yang terlibat dalam usaha
seperti itu dan bagaimana hal itu mempengaruhi persiapan awal mereka. Paket ERP
merupakan salah satu perangkat lunak yang penting untuk dibeli dari organisasi
menengah dan kecil. Beberapa pekerjaan
telah dilakukan untuk mengidentifikasi key players dan kegiatan yang
berkontribusi terhadap keberhasilan ERP dan tampaknya bahwa manajer yang
membuat evaluasi awal proyek, menentukan aturan, pemain, tujuan, kendala, dan
tanggung jawab manajer proyek dan otoritas lebih mungkin untuk mensukseskannya. Namun, masalah
implementasi ERP tidak dipahami oleh banyak manajer dan manfaatnya pun jarang disadari. Seperti dalam semua
implementasi IT, pengguna pelatihan yang tidak memadai dan kurangnya
keterampilan pengguna telah menjadi alasan utama terjadinya kegagalan.
Subscribe to:
Posts (Atom)



